My Aktivitas

berbagai kegiatan yang telah dilakukan baik pelatihan, pembelajaran ataupun yang lain.

TUTORIAL

Tutorial yang berupa panduan dalam menjalankan aplikasi baik berbasis web maupun aplikasi.

INFORMASI DIKLAT ATAUPUN KEGIATAN LAINNYA

berbagai macam informasi/berita yang berkaitan dengan dengan pendidikan.

APLIKASI BERBASIS WEB DAN MS EXCELL

Aplikasi berbasis Website ataupun Aplikasi berbasis Excell untuk dunia pendidikan.

PERANGKAT KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR (KBM)

RPP, Silabus, Modul/Bahan Ajar dan yang lain untuk Kompetensi keahalian teknik Kendaraan Ringan Otomotif.

ARTIKEL

berbagai macam artikel baik untuk dunia pendidikan ataupun penelitian .

MODUL/BUKU/MATERI

Kumpulan Modul/Buku Panduan/Materi yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya untuk Pendidik.

Modul Pemeliharaan Mesin Semester 2 Kurikulum 2013


Mata Pelajaran Pemeliharaan Mesin Teknik Kendaraan Ringan merupakan mata pelajaran kompetensi keahlian yang diberikan kepada siswa kelas XI dan XII.

Bagi rekan rekan guru ataupun siswa Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan dapat mendownload Buku Elektronik Pemeliharaan Mesin Teknik Kendaraan Ringan semester 1 untuk kutikulum 2013 di bawah ini.

Modul Pemeliharaan Mesin Teknik Kendaraan Ringan (Semester 1)


Mata Pelajaran Pemeliharaan Mesin Teknik Kendaraan Ringan merupakan mata pelajaran kompetensi keahlian yang diberikan kepada siswa kelas XI dan XII.
Adapun materi yang akan di pelajari pada mata pelajaran TDO yaitu :
1. perawatan sistem utama Engine dan mekanisme katup
2. perawatan sistem pelumasan
3. perawatan sistem pendinginan
4. perawatan sistem bahan bakar bensin konvensional/karburator
5. perawatan sistem bahan bakar bensin injeksi (Electronic Fuel Injection/EFI)
6. cara Perawatan Engine Management System (EMS)
7. sistem bahan bakar diesel Common Rail, diesel pompa injeksi In-Line dan pompa injeksi Rotary

Bagi rekan rekan guru ataupun siswa Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan dapat mendownload Buku Elektronik Pemeliharaan Mesin Teknik Kendaraan Ringan semester 1 untuk kutikulum 2013 di bawah ini.


untuk melihat / mengunduh modul silahkan klik MODUL PEMELIHARAAN MESIN TKRO

APLIKASI RAPORT BERBASIS EXCEL


Aplikasi Raport ini dikemas dalam bentuk file Excel atau (.xls), jadi bukanlah sebuah software atau program yang harus di instal terlebih dahulu. Tetapi cukup dibuka dan dapat di simpan pada seluruh direktori komputer terutama Flashdisk dan tidak memberatkan kinerja komputer.

Selanjutnya dalam Aplikasi ini sudah diatur sedemikian rupa secara otomatis, sehingga memudahkan Guru dalam mengisi identitas serta nilai Peserta Didik pada Semester Gasal dan Genap.

untuk tutorial penggunaannya dapat dilihat pada video di bawah ini


untuk filenya dapat diunduh pada link  disini

untuk tutorial dalam bentuk pdf dapat diunduh pada link disini

Buku Ajar Dasar Dasar Otomotif 1

Buku ini merupakan buku yang disusun sebagai Dasar Kejuruan bagi Siswa SMK Program Keahlian Teknik Otomotif yang disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan ,Riset dan Teknologi.

Buku untuk pegangan siswa kelas X semester 1 Bidang Keahlian Teknik Otomotif Kurikulum Merdeka untuk Dasar-Dasar Otootif dapat dilihat di bawah ini

atau silahkan unduh DISINI

PembaTIK

 

PembaTIK merupakan pelatihan yang diperuntukan untuk semua guru di Indonesia dari tingkat PAUD/TK, SD, SMP, SMA/SMK baik di Sekolah Negeri Maupun Swasta.

Manfaat yang didapat mengikuti Pelatihan PembaTIK adalah :

·         Meningkatkan kompetensi literasi TIK

·         Meningkatkan kompetensi implementasi TIK

·         Meningkatkan kompetensi kreasi TIK

·         Meningkatkan kompetensi berbagi dan berkolaborasi

·         Mendapatkan sertifikat pada setiap level dengan skala nasional

·         Berkesempatan untuk menjadi Duta Rumah Belajar

Ada beberapa tahapan yang harus dilalui oleh peserta yang mengikuti Pelatihan PembatTIK yaitu :





Banyak manfaat yang dapat rekan rekan dapatkan pada saat mengikuti Pelatihan PembaTIK disamping akan mendapatkan berbagai pengetahuan dan ketrampilan khususnya pada Pembelajaran berbasis TIK juga dapat berkomunikasi dengan seluruh Bapak Ibu Guru yang ada di seluruh wilayah Indonesia sehingga dapat berkenalan, berdiskusi dan berkolaborasi. Pelatihan PembaTIK ini juga dapat digunakan rekan rekan untuk mengukur kemampuan dalam berkompetensi dengan bapak ibu guru di seluruh Indonesia.

Tidak ada salahnya kita mencoba tantangan yang baru, persiapkan sejak awal dan ikuti Pelatihan PembaTIK yang akan dilaksanakan setiap tahunnya.

Untuk info lengkapnya silahkan kunjungi pada

link https://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id/ 

rekan rekan juga dapat mengikuti beberapa pelatihan yang ada pada Portal SIMPATIK.

Menjawab Tuntutan Dunia Kerja .... (Best Praktice/Best Idea)


Berikut ini adalah ringkasan Best Practice/Best Idea.

MENJAWAB TUNTUTAN DUNIA KERJA DENGAN PENDIDIKAN BERBASIS KARAKTER

LATAR BELAKANG

1. Guru beranggapan bahwa lulusan SMK cukup dibekali dengan tingkat pengetahuan dan ketrampilan yang baik.

2.   Banyak sekolah SMK terutama sekolah Swasta yang beranggapan bahwa sekolah yang berhasil adalah sekolah yang memiliki jumlah siswa yang banyak dan mendapatkan banyak piala dari berbagai macam lomba baik tingkat siswa ataupun lomba antar sekolah

3. Dunia Usaha/Dunia Industri dalam melakukan rekrutmen calon tenaga kerja melihat dari kepirbadian dan karakter lulusan yaitu dalam tes seleksi melalui 3 tahapan : Tes IQ (logika berpikir), Tes Wawancara (Kepribadian siswa) dan Tes Kesehatan (Fisik dan riwayat kesehatan)

4.   Sekolah banyak yang belum memperhatikan adanya BKK (Bursa Khusus Kerja) bahkan ada sekolah yang belum memilikinya. kalaupun ada hanya sebatas  ada dan tidak dikembangkan secara baik.

TUJUAN PENULISAN BEST IDEA/BEST PRACTICE

    Memberikan pandangan kepada dunia pendidikan khususnya SMK bahwa untuk meningkatkan daya serap lulusan SMK salah satu cara yaitu dengan cara menerapkan pendidikan karakter dalam proses kegiatan pembelajaran.

     Memberikan salah satu acuan kepada sekolah dalam penyusunan kebijakan dan kurikulum bahwa karakter kepribadian siswa merupakan hal yang terpenting bagi Dunia Usaha/Dunia Industri dalam mencari calon tenaga kerja

    Memberikan gambaran untuk guru bahwa karakter kepribadian siswa adalah hal utama agar mereka dapat bekerja atau sukses setelah mereka menamatkan pendidikan bukan semata ketrampilan dan tingginya penguasaan ilmu pengetahuan

 

PERMASALAHAN

1.       Masih banyak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) khususnya sekolah swasta lebih melihat keberhasilan suatu sekolah sebagai lembaga pendidikan dari jumlah siswanya ataupun dari jumlah piala yang diraih oleh sekolah maupun siswa.

Bertolak belakang dari Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003,Tujuan Khusus Pendidikan Kejuruan salah satunya adalah menyiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif, mampu bekerja mandiri, mengisi lowongan pekerjaan yang ada di dunia usaha dan dunia industry sebagai tenaga kerja tingkat menengah sesuai dengan kompetensi yang dipilihnya

2.       Tidak ada link and macth antara SMK dengan Dunia Usaha/Dunia Industri. Apa yang dibutuhkan oleh Dunia Usaha/Dunia Industri tidak dapat dipenuhi oleh SMK sebagai lembaga pendidikan yang menyiapkan tenaga kerja tingkat menengah.

Dunia/Usaha/Industri akan mencari karyawan yang berkualitas yang memiliki produktivitas dan kinerja tinggi. Dalam pandangan teori screening, pendidikan dipandang bukan sebagai tolak ukur keterampilan dan pengetahuan calon karyawan. Tetapi yang diperlukan sebenarnya adalah individu yang memiliki karakter intelektual, motivasi tinggi, dan kemauan kerja keras. Jadi industri lebih berorientasi pada investasi jangka panjang yakni kemampuan dasar yang dimiliki oleh lulusan

 

STARTEGI PEMECAHAN MASALAH

Implementasi Pendidikan Karakter ke dalam Penyusunan Jadwal Pembelajaran. 

Dalam Penyusunan Jadwal Pembelajaran diberi penguatan untuk kegiatan Pendidikan Karakter. Bisa dilakukan 15-30 menit sebelum pelajaran dimulai. Sebagai contoh  : Apel Pagi setiap hari,  Kultum 10-15 menit oleh siswa,Tadarus Al Qur’an, Sholat Dhuhur

Konsistensi Pelaksanaan Implementasi Pendidikan Karakter oleh Guru. 

Adanya kekompakan semua guru baik adaptif, normatif  dan produktif bahwa pendidikan karakter meupakan tanggung jawab bersama dan dibutuhkan kerjasama dan konsistensi

Kesadaran Guru Untuk Menjadi Tauladan bagi Siswa

Perlunya kesadaran Bapak/Ibu Guru bahwa  memberi panutan yang baik kepada siswa merupakan salah satu bentuk pendidikan karakter yang wajib dan perlu ditunjukkan

Konsistensi Penegakatan Aturan / Tata Tertib Yang telah ditetapkan Sekolah

Peraturan/tata Tertib Sekolah yang telah ditetapkan harus / wajib dilaksanakan sesuai dengan prosedur, sekolah tidak boleh takut untuk mengeluarkan atau memberikan hukuman/sanksi kepada siswa apabila terbukti melanggar

HASIL YANG INGIN DICAPAI

  1. Siswa memiliki bekal dalam menghadapi test memasuki dunia kerja yaitu memiliki karakter yang baik seperti yang diinginkan oleh Dunia Usaha/Dunia Industri
  2. Sekolah memiliki ciri khas dengan adanya Pendidikan Karakter sesuai dengan ciri khas dari lembaga/Yayasan ataupun ciri khas lokasl / kewilayahan
  3. Seiring dengan perjalanan waktu sekolah akan menjadi sekolah pilihan bagi siswa dan banyak diminati oleh masyarakat dan Dunia Usaha/Dunia Industri

KENDALA YANG DIHADAPI

  1. Kurang kompak antara guru adaptif, normatif dan produktif sehingga pendidikan karakter yang menjadi inti dari proses pembelajaran di sekolah tidak akan tercapai secara maksimal. Keberhasilan pembentukan karakter diperlukan proses yang kontinu dan diberikan oleh semua guru
  2. Kurikulum sekolah yang diterapkan belum sesuai dengan kondisi sekolah dan belum sejalan dengan harapan dari Dunia Usaha dan Dunia Industri
  3. Belum Semua Guru Sadar akan Tugas dan Tanggungjawabnya

PENGEMBANGAN DI MASA DATANG

  1. Perubahan mainsheet bahwa sekolah khususnya SMK yang berhasil adalah sekolah yang memiliki keterserapan lulusan yang tinggi di dunia usaha / dunia idnstri ataupun dapat membuka lapangan pekerjaan
  2. Pendidikan Karakter dijadikan perhatian utama sekolah sehingga perlu dilaksanakan sebuah forum diskusi baik antar sekolah, antar guru  dalam satu sekolah atau satu yayasan untuk menyusun kegiatan kegiatan apa yang dapat dimasukan dalam proses kegiatan pembelajaran di sekolah dan yang lebih penting program yang telah disusun dijalankan secara konsisten

KESIMPULAN

Sekolah terutama SMK yang berhasil adalah SMK yang memiliki keterserapan lulusan oleh Dunia Usaha dan Dunia Industri yang tinggi bukan dari jumlah siswa dan jumlah prestasi yang diraih oleh siswa

Pendidikan karakter merupakan hal yang paling dibutuhkan oleh Dunia Usaha dan Dunia Industri sehingga sekolah perlu lebih mengutamakan penerapan pendidikan karakter dalam kegiatan proses belajar mengajar

Dibutuhkan kekompakan antara sekolah dan guru untuk mendidik karakter siswa bahwa  pembentukan karakter siswa yang baik merupakan tanggungjawab bersama dan dilaksanakan secara konsisten dan terus menerus.

 

Secara lengkap dapat teman teman lihat pada link di bawah ini

Best Practice/Best Idea TUTUT TRI SETYO BUDI, 2020

https://s.id/BestPractice_MenjawabTuntutanDuniaIndustri

Pengunaan Sistem Pembelajaran Team Teaching (best practice)


Pada kali ini, penulis ingin memberikan contoh karya best practise/best idea dengan judul Pengunaan Sistem Pembelajaran Team Teaching untuk Meningkatkan Kualitas Proses Pembelajaran Mata Pelajaran Produktif yang dibuat pada tahun 2020.

Semoga dengan adanya contoh penulisan ini dapat memberikan semangat kepada rekan rekan semua untuk mencoba menuliskan best practise/best idea ataupun karya tulis lainnya.

Disini hanya akan penulis berikan latar belakang dari best practise yang berjudul Pengunaan Sistem Pembelajaran Team Teaching untuk Meningkatkan Kualitas Proses Pembelajaran Mata Pelajaran Produktif.

LATAR BELAKANG_____________

Peningkatan mutu pendidikan formal di sekolah, tidak terlepas dari tuntutan keberhasilan proses kegiatan pembelajaran. Proses kegiatan pembelajaran tersebut dipengaruhi oleh beberapa komponen utama yang saling berkaitan satu sama lainnya, diantaranya adalah guru, siswa dan metode pembelajaran.  Pada dasarnya kemampuan serta cara belajar siswa satu berbeda dengan siswa lainnya. Perbedaan tersebut menyebabkan adanya kebutuhan yang berbeda dari setiap individu. Namun hal ini bukan berarti bahwa pembelajaran harus diubah menjadi pembelajaran individual, melainkan diperlukan sebuah alternatif pembelajaran yang memungkinkan terpenuhinya kebutuhan individual siswa.

Proses pembelajaran dikatakan berhasil jika semua aspek dalam pembelajaran dapat saling mendukung untuk menciptakan situasi yang kondusif dalam kegiatan pembelajaran tersebut agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal. Proses belajar mengajar yang kondusif tentunya akan berpengaruh pada pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan oleh guru. Pada dasarnya kualitas pembelajaran itu bersifat kompleks, dinamis serta dapat dipandang dari berbagai sudut pandang. Dalam tingkat pendidikan sekolah, pencapaian suatu kualitas pembelajaran merupakan tanggung jawab profesional guru. Hal ini dapat dilakukan dengan menentukan suatu metode atau strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran.

Dalam konteks Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), peran guru untuk dapat mengimplementasikan dan mengembangkan kurikulum tampaknya bukan hal yang sederhana. Guru dituntut untuk dapat memenuhi sejumlah prinsip pembelajaran tertentu, diantaranya guru harus memperhatikan kebutuhan dan perbedaan individual, menciptakan suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat dengan prinsip tut wuri handayani, ing madia mangun karsa, ing ngarsa sung tulada, serta menilai proses dan hasil pembelajaran siswa secara akurat dan komperhensif. Sementara dalam pelaksanaan kurikulum 2013, ada beberapa peran guru dalam penerapan diantaranya guru sebagai disainer pembelajaran, guru sebagai seniman pembelajaran, motivator pembelajaran, mediator pembelajaran, dan inspirator pembelajaran. Kelima peran tersebut adalah peran minimal guru sebagai pelaksana kurikulum dalam pembelajaran.

Berdasarkan dari pengalaman mengajar di SMK Pembangunan Karangmojo pada saat penerapan dengan Kurikulum 2013, guru dalam melaksanakan proses pembelajaran semakin banyak beban yang dibebebankan kepadanya, hal ini dikarenakan metode pembelajaran yang diterapkan di SMK Pembangunan Karangmojo telah berubah terutama untuk mata pelajaran produktif. Pada saat penggunaan kurikulum KTSP metode pembelajaran yang digunakan adalah team teaching dimana satu mata pelajaran diampu oleh dua orang guru, tetapi seiring dengan peraturan dari pemerintah pada saat penggunaan kurikukum 2013, sekolah mengambil suatu kebijakkan yaitu pembelajaran team teaching tidak diberlakukan lagi  walaupun dalam konteks kurikulum 2013 tidak mewajibkan sekolah untuk tidak menggunakan pembelajaran dengan team teaching.

Dengan tidak diberlakukannya pembelajaran team teaching di SMK Pembangunan Karangmojo, maka beban guru menjadi semakin berat, hal ini dikarenakan pada kurikulum 2013 Mata pelajaran produktif yang tadinya dipecah menjadi 19 mata pelajaran dijadikan menjadi 3 mata pelajaran. Yang tadinya 2 (dua) orang guru mengampu satu mata pelajaran menjadi 1 (satu) orang guru mengampu satu mata pelajaran yang terdiri dari berbagai macam sub kompetensi mata pelajaran.

Perubahan yang dirasakan terutama pada saat pembelajaran praktik. Pada saat pelaksanaan praktik satu guru dituntut untuk mengawasi dan membimbing minimal 32 siswa dalam satu kelas untuk melaksanakan beberapa job/pekerjaan sesuai dengan sub kompetensi dalam mata pelajaran produktif kurikulum 2013. Hal tersebut sangatlah berat bagi seorang guru, karena pada saat praktik siswa diharuskan melakukan segala sesuatu sesuai dengan SOP dan guru harus membimbing 4-5 kelompok untuk pekerjaan yang sangatlah berbeda, alat yang berbeda, media pembelajran yang berbeda pada satu waktu. Pada saat pembelajaran teori di kelas pun juga dirasakan sangatlah berat karena untuk mata pelajaran produktif kurikulum 2013 diberikan waktu 8-9 jam pelajaran yang diampu oleh satu orang guru.

Secara lengkap dapat teman teman lihat pada link yang ada di bawah

https://s.id/BestPractise_PenggunaanSistemPembelajaranTeamTeaching