My Aktivitas

berbagai kegiatan yang telah dilakukan baik pelatihan, pembelajaran ataupun yang lain.

TUTORIAL

Tutorial yang berupa panduan dalam menjalankan aplikasi baik berbasis web maupun aplikasi.

INFORMASI DIKLAT ATAUPUN KEGIATAN LAINNYA

berbagai macam informasi/berita yang berkaitan dengan dengan pendidikan.

APLIKASI BERBASIS WEB DAN MS EXCELL

Aplikasi berbasis Website ataupun Aplikasi berbasis Excell untuk dunia pendidikan.

PERANGKAT KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR (KBM)

RPP, Silabus, Modul/Bahan Ajar dan yang lain untuk Kompetensi keahalian teknik Kendaraan Ringan Otomotif.

ARTIKEL

berbagai macam artikel baik untuk dunia pendidikan ataupun penelitian .

MODUL/BUKU/MATERI

Kumpulan Modul/Buku Panduan/Materi yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya untuk Pendidik.

Bagaimana Rasanya menjadi Trainer Nasional (Part 3)

Part 3 Trainer Microsoft 365
Saat kita membaca atau mendengar judul diatas apa yang ada di benak rekan rekan semua??? Bangga, senang, sedih, mustahil atau.......

Di part 3 ini saya akan berbagi pengalaman saat menjadai trainer pada kegiatan Pelatihan Microsoft 365 yang diselenggarakan oleh VEA. Di part 2 sudah diceritakan awal mulany menjadi salah satu trainer untuk pelatihan Microsoft 365.

Setelah selesai menjalankan tugas sebagai Trainer Pelatihan Microsoft pada OCM 3 di hati saya semakin semangat untuk terus menjadi salah satu trainer pada berbagai kegiatan, kenapa demikian???

Semakin bersemangat untuk menjadi seorang trainer bukanlah karena prectise yang didapatkan yaitu “TRAINER MICROSOFT 365” ataupun yang lainnya. Ingin berkolaborasi dan berbagi merupakan dasar utama saya ingin terus terlibat dalam sebuah kegiatan apalagi jika menjadi trainernya.

Adapun untuk pelatihan Microsoft 365 ini saya menjadi trainer pada :

1. Pelatihan Microsoft 365 OCM III dilaksanakan pada tanggal 9 Januari s.d 25 Januari 2022 yang diikuti oleh 800 peserta secara online

2. Pelatihan Microsoft 356 OCM IV yang dilaksanakan pada tanggal 1 Februari s.d 15 Februari 2022 da sekitar 1000 peserta baik dari kalangan dosen, guru dan mahasiswa dari seluruh Indonesia

3. Pelatihan Microsoft 365 APSI Bengkulu. Pelatihan ini diselenggarakan oleh VEA yang bekerjasama dengan APSI Propinsi Bengkulu pada tanggal 27 Februari sampai 14 April 2021 yang diikuti oleh

4. Pelatihan Microsoft MEP untuk Region Jawa dan Bali Diselenggarakan pada tanggal 4 Juli s.d 18 Juli 2021 yang dikhususkan untuk Wilayah Jawa Bali yang diikuti oleh sekitar 500 peserta.
Pada kegiatan ini selain sebagai salah satu trainernya juga sebagai kordinator kegiatan

5. Pelatihan Microsof 365 VEA 5 Kegiatan ini dilakasanakan pada tanggal 20 Oktober s.d 3 November 2023 yang diikuti sekitar 1000 peserta

Apa yang dilakukan trainer saat kegiatan???
Sebagai trainer kita memberikan bimbingan dan arahan kepada peserta untuk dapat menguasai aplikasi Microsoft 365 yang selama ini sering disebut dan biasa dipakai oleh semua orang yaitu microsoft Office. Perbedaannya adalah jika di pelatihan ini materi yang diberikan tidak seperti pada microsoft Office tetapi pada aplikasi yang ada di Microsoft 365 seperti : Onedrive , Teams, Onenote, Sway, Yammer
Pendampingan dilakukan secara online (virtual) dengan menggunakan teams, one note, meet ataupun melalui media sosial yaitu WhatsApps dan telegram
Pemberian materi dilakukan dengan virtual meet sebanyak 3 sampai 4 kali. Pada pelatihan ini diutamakan untuk selft studi (belajar mandiri) sehingga waktu untuk mempelajari dan mengerjakan tugas diserahkan sepenuhnya kepada peserta sesuai dengan kondisinya masing masing.

Keuntungan dan manfaat yang saya dapatkan selama menjadi trainer adalah dapat berkolaborasi dengan pendidik baik guru maupun dosen dan mahasiswa dari seluruh indonesia sehingga banyak pengalaman yang saya dapatkan dari pengalaman para peserta.

Dibagian terakhir Part 4 akan saya berikan tips menjadi seorang trainer yang mungkin dapat bermanfaat bagi semuanya.

Bagaimana Rasanya menjadi Trainer Nasional (Part 2)

 


Di part 2 ini saya akan membagikan pengalaman saat awal menjadi Trainer di Pelatihan Microsoft 365 dan menjawab pertanyaan di part 1

Bisa menjadi salah satu trainer dalam kegiatan Pelatihan Microsoft 365 diawali dari keisengan setelah mengikuti Pelatihan OCM II yang diselenggarakan oleh VEA pada tanggal 12 Desember s.d 26 Desember 2021, setelah selesai pelatihan kemudian ada informasi bagi peserta yang sudah lulus jika menginginkan dapat menjadi trainer/intruktur/mentor untuk kegiatan pelatihan Microsoft berikutnya.

Dari informasi tersebut karena rasa keingintahuan bagaimana rasanya jika menjadi salah satu trainer di pelatihan Microsoft untuk seluruh Indonesia maka mencoba untuk mengajukan diri menjadi trainer pada kegiatan pelatihan Microsoft yaitu pada OCM III.

Di benak saya sebelum menjadi trainer akan ada uji/test akan tetapi saat itu hanya diminta untuk mengisi data  dan menjawab beberapa pertanyaan dalam bentuk google form, dan nanti akan diberitahu apakah dapat menjadi trainer pada pelatihan microsoft OCM 3 atau tidak.

Singkat kata kemudian saya diminta untuk menjadi salah satu trainer pada Pelatihan OCM 3 yang akan diikuti oleh + 800 peserta dari kalangan Tenaga Pendidik dan Mahasiswa seluruh Indonesia pada tanggal 09 Januari 2022 s/d 23 Januari 2022.

Saat itu muncul pemikiran apakah saya bisa menjalankan menjadi trainer?? Karena sudah diberi tugas maka dengan modal nekad dan keinginan untuk merasakan bagaimana rasanya menjadi trainer pada pelatihan nasional maka akhirnya saya bisa merasakannya

Banyak pelajaran yang saya dapatkan ketika pertama kali menjadi seorang trainer apalagi pelatihan untuk Microsoft 365.  pada intinya menurut pandangan dari saya pribadi adalah menjadi trainer/instruktur/tentor sama saat kita menjadi guru di dalam kelas. Perbedaan yang yang paling terlihat adalah karakter dari peserta yang berlatar belakang yang berbeda baik dari segi umur, tingkat pendidikan, pekerjaan dan daerah.

Itulah modal utama saat menjadi trainer yang saya rasakan, disamping karena sudah lama terbiasa menggunakan TIK baik untuk keperluan mengajar maupun beraktifitas sehari hari sehingga saat menjalankan tugas sebagai trainer sangat membantu. Dari pengalaman pertama menjadi trainer ini semakin sadar bahwa saat kita memiliki pengetahuan dan ketrampilan TIK maka kita bisa menjalankan tugas di bidang apapun apalagi seorang pendidik karena seeorang pendidik harusnya dapat mengikuti perkembangan teknologi. Memang benar jika banyak orang mengatakan “belajar sepanjang hayat”.

Bagi seorang pendidik kalimat belajar sepanjang hayat memang sangatlah perlu untuk ditanam dalam hati. Belajar tidak harus dari menempuh pendidikan formal ataupun non formal tetapi belajar dari pengalaman merupakan salah satu jalan bagi seseorang untuk menjadi orang yang lebih baik dan itu merupakan hakekat dari belajar sepanjang hayat.

Saat ini masih banyak kita temui pendidik di Indonesia atau disekitar kita yang tidak mau “belajar”. Entah dengan alasan sudah berumur, tidak punya waktu, bukan zamannya dan yang lainnya bahkan banyak yang mengatakan pasrah pada keadaan. Padahal saat kita didepan kelas kita sering berkata kepada peserta didik kita untuk belajar akan tetapi kita sendiri tidak mau untuk belajar.

Dari sinilah kita dapat introspeksi diri apakah kita memang seorang Pendidik/Guru dalam arti yang sebenarnya atau hanyalah sebatas jabatan/profesi. Saya berharap rekan rekan guru adalah “Guru” dalam arti yang sebenarnya.

Di part selanjutnya akan saya ceritakan pengalaman saat menjadi trainer serta tips dan trik untuk menjadi seorang trainer.

Part 3 Trainer Microsoft 365

Part 4 Tip untuk menjadi seorang trainer

Bagaimana Rasanya menjadi Trainer Nasional (Part 1)

 

Adakah di benak rekan rekan semua mengenai judul diatas????

Saya yakin rekan rekan semua sudah sering mengikuti diklat ataupun workshop baik tatap muka maupun secara online baik yang bersifat regional maupun nasional bahkan internasional. Di benak kita pasti ada pemikiran bagaimana jika kita yang menjadi trainer/instrukturnya, apakah rasanya sama ketika kita berada di ruang kelas saat pembelajaran atau .....

Di sini akan saya bagikan pengalaman saat menjadi salah satu trainer di pelatihan Microsoft 365. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Virtual Education Academy (VEA). Virtual Education Academy (VEA) adalah program yang berfokus pada pelatihan pendidik tentang teknologi dan penggunaannya dalam pembelajaran dan pengajaran di kelas. Program ini mengadopsi teori kerangka pembelajaran TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) yang merumuskan pembelajaran dengan integrasi teknologi dan pedagogi ke dalam materi yang diajarkan.

Sebelum nya saya akan memberikan jawaban yang menjadi semua pertanyaan rekan rekan semua yaitu “Menjadi seorang trainer / instruktur dalam sebuah pelatihan adalah hal yang sulit”. Secara umum pandangan orang untuk menjadi trainer/instruktur adalah orang yang “profesional” dan sangat pintar dibidangnya dan kita sering mengganggap bahwa kemampuan yang kita miliki tidaklah cukup untuk menjadi seorang trainer/instruktur.

Padahal tanpa kita sadari bahwa seorang pendidik/guru adalah trainer/instruktur yang dari pandangan saya adalah lebih dari seorang trainer/instruktur. Tugas dan tanggung jawab seorang pendidik/guru melebihi dari tugas dan tanggungjawab trainer. Jika kita menjadi trainer tugas dan tanggung jawabnya hanya memberikan ketrampilan kepada peserta, jika peserta sudah mampu menguasai sebuah kompetensi yang diberikan maka sudah selesai tugas sebagai seorang trainer, bahkan di banyak pelatihan banyak sekali trainer yang hanya memberikan sebuah ilmu/pengetahuan/ketrampilan kepada peserta dan tidak mengetahui secara pasti apakah ilmu yang diberikan saat pelatihan sepenuhnya dipahami oleh peserta.

Disini saya tidak bermaksud untuk “mengecilkan” profesi Trainer/Pelatih/Instruktur, tapi dari kenyataannya yang terjadi terutama saat pandemi Covid-19 banyak sekali diadakan berbagai macam pelatihan yang dengan sagat mudahnya peserta mendapatkan sertifikat, karena tidak dapat kita pungkiri bahwa banyak sekali peserta yang hanya mengejar sertifikat bukan mengejar ilmu/ketrampilan. Walaupun ada yang memang tidak peduli dengan sertifikat karena mereka memang tujuan akhir dari mengikuti sebuah pelatihan adalah untuk menguasai ilmu/ketrampilan.

Sedangkan tugas seorang pendidik/guru yang menjadi kegiatan kita sehari hari adalah disamping memberikan ilmu pengetahuan dan ketrampilan kepada peserta didik juga harus menanamkan karakter kepada peserta didik untuk dapat bersaing pada saat mereka lulus/menamatkan pendidikannya. Pendidik/Guru diberikan beban dan tanggungjawab yang lebih besar daripada beban dan tanggungjawab seorang trainer/instruktur.

Jadi jika rekan rekan semua mengganggap bahwa menjadi seorang trainer/instruktur sangatlah sulit itu hanya sebuah pemikiran dari kita sendiri yang akan menjadikan kita tidak akan bisa untuk menjadi instruktur/trainer dalam sebuah pelatihan.

Pada awalnya saya sendiri juga tidak mempunyai pemikiran untuk menjadi seorang trainer/instruktur apalagi di pelatihan Micirosoft 365 yang kita tahu bahwa aplikasi Microsoft 365 adalah salah satu aplikasi yang orang di seluruh dunia pasti akan menggunakannya.

Apakah saya sudah kompeten dan profesional dalam penggunaan aplikasi Microsoft 365 sehingga bisa menjadi salah satu trainer/instruktur??? Jawabannya adalah sama sekali tidak. Kemampuan dalam menggunakan aplikasi microsoft 365 yang saya miliki sama dengan kemampuan semua orang, yang membedakan mungkin dari intensitas dalam menggunakannya saja. Kenapa saya bisa menjadi Intruktur jika kemampuan yang dimiliki sama dengan yang lain???

Jawabannya ada di part 2


COACHING CLINIC PembaTIK Lvl 4 (Part 1) / PembaTIK 2022

Sebelum Peserta PembaTIK level 4 melaksanakan kegiatan dengan tema yaitu “Berkolaborasi dan Bertransformasi Menumbuhkan Ekosistem Digital Menuju Merdeka Belajar”, oleh Instruktur dan Pendamping dari Propinsi DY diberikan bekal/coaching agar nantinya dapat melaksanakan kegiatan dan mengerjakan tugas tugasnya dengan baik

Instruktur dan Pendamping untuk peserta PembaTIK level 4 Propinsi DIY adalah :

💻 Pusdatin Kemdikbudristek 💻
✅ Bapak Donie Margavianto Nurrokhman
✅ Bapak Putra Gama Swara
✅ Ibu Akila Syifa Salsabila

💻 DRB 💻
#1 Bapak Sigit Suryono
#2 Ibu Nur Ernawati
#3 Ibu Yuli Nestiyarum
#4 Bapak Bakhtiar Rifai
#5 Bapak Syaiful Jamal
#6 Bapak Hamrah Surianto

Coaching 1 (Hari Pertama) yang dilaksanakan pada hari Senin 17 Oktober 2022 pada pukul 18.30-20.30 WIB.

Sesi 1 Pemaparan dari Bapak Putra Gama Swara dari Pusdatin
Dalam paparannya menjelaskan alur kegiatan selama mengikuti pembatik level 4 dan hal hal yang harus diperhatikan dalam mengikuti PebaTIK level 4 agar bisa menyelesaikan dengan baik
Adapun alur yang wajib diikuti antara lain :
- Kuliah Umum dan Bimtek sinkronus
- Penugasan yang terdiri dari Implementasi berbagi dan berkolaborasi yaitu dengan Tatap Muka/Maya,  - Vlog dan Blok
- Aktivitas diskusi
________________________________________________________

Sesi 2 Pemaparan dari Bapak Sigit Suryono (DRB Prop DI Yogyakarta 2019) untuk materi PUBLIKASI KARYA TULIS UNTUK PENGEMBANGAN PROFESI GURU

Dalam paparan yang diberikan adalah cara cara menulis karya tulis dan mempublikasikan karya tulis yang telah kita buat ke dalam blog pibadi atau media lain. Dalam intinya untuk membuat karya tulis ilmiah tidaklah sulit karena karya ilmiah dapat dimulai dari mengadakan survey baik dengan google form maupun dengan metode lainnya yang dapat kita jadikan bahan dalam membuat karya tulis. Yang paling susah ada adalah meluangkan waktu dan mempertahankan konsistensi kita dalam menulis

agar bisa secara kontinyu menulis sebuah artikel yang paling uatama dalah luangkan waktu untuk sekedar menuliskan apa yang telah kita lalui terutama setelah mengikuti sebuh kegiatan dan dipostkan di blog kita sendiri

Materi untuk sesi pertama dapat di lihat pada postingan ModulPembatik 14 pada blog ini
________________________________________________________

Sesi 3 Pemaparan dari Bapak Bakhtiar Rifai (DRB Prop DI Yogyakarta 2021) untuk materi MEMBANGUN KOMUNIKASI DAN KOLABORASI DALAM PEMANFAATAN RUMAH BELAJAR

Dalam paparan yang diberikan adalah pentingnya berkolaborasi dengan cara melakukan komunikasi yang baik agar dalam melakukan suatu kegiatan dapat berjalan dengan baik.

Materi dalam sesi 3 ini secara detail dapat dilihat pada Modul Pembatik 15 pada blog ini
________________________________________________________

Sesi 4 Pemaparan dari Ibu Yuli Nestiyarum (DRB Prop DI Yogyakarta 2020) untuk materi Strategi Berbagi Memanfaatkan Media Sosial

Dalam paparannya menitik beratkan bahwa sebagai seorang pendidik kita wajib untuk memanfaatkan media Sosial untuk hal yang positif terutama untuk menyebarkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam dunia pendidikan.

Dipaparkan juga mengenai cara/strategi yang baik dalam memanfaatkan Media Sosial dan berbagai pengalaman dalam memanfaatkan Media Sosial dalam dunia penndidikan.

Materi ini secara detal dapat dilihat pada Modul Pembatik 16 pada blog ini



untuk Hari Kedua dapat dilihat pada COACHING CLINIC PembaTIK Lvl 4 (Part 2) pada bloh ini

Terima kasih kepada para pembimbing dan instruktur untuk Propinsi DIY yang telah sangat membantu peserta terutama penulis sehingga yang awalnya tidak tahu menjadi tahu dan bersemangat mengenai apa yang harus dilakukan untuk mengikuti Pembatik level 4 ini.

Motivasi dan bimbingan dari para instruktur dan pembimbing menjadikan beban para peserta khsususnya penulis menjadi ringan. Semoga dengan bekal yang telah diberikan menjadikan modal dasar penulis untuk menuntaskan PembaTIK level 4.


Modul PembaTIK 16 Strategi Berbagi Memanfaatkan Media Sosial

 

Media sosial sendiri mengalami peningkatan penggunaan, digunakan untuk berbagai macam hal seperti networking, menjaga hubungan dengan teman, keluarga dengan saling melihat kegiatan mereka melalui akun media sosialnya. Media sosial juga menjadi sarana mencari teman baru, untuk berbelanja, bahkan mendapat kesempatan pekerjaan ataupun mencari kegiatan bermanfaat seperti pelatihan dan kegiatan webinar. Setiap platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, Tiktok dan lainnya memiliki kebijakan penggunaan dan sensor konten masing-masing yang wajib ditaati oleh para penggunanya. Namun demikian tetap ada informasi-informasi yang tidak tepat atau disebut juga dengan hoaks. Kewajiban kita lahsebagai pengguna untuk dapat menyaring dulu informasi yang diterima melakukan pengecekan sebelum memutuskan untuk dibagikan kembali.

Media sosial wajib digunakan sebagai sarana positif untuk mempercepat dan memperluas segala hal baik yang dapat membawa dunia Pendidikan ke arah yang lebih baik. Produksi dan bagikanlah konten-konten edukatif, informatif danbertujuan untuk kebaikan dalam platform media sosial kita.

Jadikanlah kegiatan berbagi konten edukatif dengan memanfaatkan media sosial menjadi kebiasaan dan budaya berbagi didorong agar tujuan pendidikan makin berkualitas, terjangkau dan dimanfaatkan oleh siapa saja. Berbagi bukan hanya berbagi dalam kerangka kedermawanan (charity) namun lebih dari itu berbagi untuk pengembangan dan pemberdayaan pendidikan yang lebih bermutu khususnya membangun semangat gotong royong dan mewujudkan kebijakan merdeka belajar.

Untuk lebih detailnya dapat sahabat lihat pada modul di bawah ini


Modul PembaTIK 15 MEMBANGUN KOMUNIKASI DAN KOLABORASI DALAM PEMANFAATAN RUMAH BELAJAR



Dalam modul ini ada beberapa materi yaitu :
Materi 1: Komunikasi Efektif
Tujuan Belajar:
▪ Menjelaskan Konsep Komunikasi Intrapersonal, Interpersonal, dan Publik
▪ Menguraikan elemen-elemen dalam komunikasi intrapersonal, Interpersonal, dan Publik
▪ Menjelaskan Faktor yang Mempengaruhi Keefektifan Berkomunikasi
▪ Tips dan trik Berkomunikasi Efektif
▪ Menerapkan Tips dan trik Berkomunikasi Efektif

Materi 2: Negosiasi dan Diplomasi Tujuan Belajar:
▪ Menjelaskan Konsep Negosiasi dan Diplomasi
▪ Menyusun Strategi Negosiasi dan Diplomasi dengan Stakeholder

Materi 3: Strategi Berkolaborasi dalam Pemanfaatan Rumah Belajar Secara Tatap Muka / Langsung
Tujuan Belajar:
▪ Menjelaskan konsep kolaborasi dalam pemanfaatan Rumah Belajar secara tatap muka/langsung
▪ Menyusun strategi berkolaborasi dalam pemanfaatan Rumah Belajar secara tatap muka/langsung
▪ Menjelaskan contoh praktik baik berkolaborasi dalam Pemanfaatan Rumah Belajar secara tatap muka/langsung

Secara lengkap dapat dilihat pada modul di bawah ini

Modul PembaTIK 14 PUBLIKASI KARYA TULIS UNTUK PENGEMBANGAN PROFESI GURU


Tujuan modul ini adalah Membekali Sahabat Rumah Belajar dengan kemampuan membaca, menganalisis data, memprediksi, mengantisipasi, dan menuangkan gagasan secara tertulis, baik tulisan ilmiah populer, maupun karya tulis ilmiah tentang pemanfaatan Rumah Belajar, best practice pemanfaatan TIK dalam pembelajaran, dan inovasi-inovasi pembelajaran berbasis TIK lainnya.


Sedangkan tujuan khusus Bahan Ajar 14 adalah Sahabat Rumah Belajar dapat:
− Mendiskripsikan teknik penulisan karya tulis ilmiah
− Mendiskripsikan teknik penulisan artikel ilmiah populer.
− Mempublikasikan ide/gagasan/pemikiran melalui artikel ilmiah populer di Blog pribadi, Blog PENA dan karya tulis ilmiah di Jurnal Teknodik.

Secara garis besar materi dalam modul ini adalah
Kegiatan Belajar 1 - Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Kegiatan Belajar 2 : Penulisan Artikel Ilmiah Populer
Kegiatan Belajar 3 : Publikasi Artikel Ilmiah di Blog Pena dan Jurnal Teknodik

Untuk lebih detailnya dapat sahabat lihat pada modul di bawah ini